MEDIA DAN KONTROL SOSIAL

Oleh : Bunga Rahmawati (B95219093)

 

A.    Media

Media adalah alat saluran komunikasi. Kata media berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak kata medium. Secara harfiah, media berarti perantara, yaitu perantara antara sumber pesan (a source) dengan menerima pesan (a receiver). Sedangkan pengertian media massa sendiri alat yang digunakan dalam penyampaian pesan dari sumber kepada khalayak dengan menggunakan alat-alat komunikasi seperti surat kabar, film, radio dan televisi.[1]

Sedangkan  McLuhan  bersama Quentin  Fiore,  menyatakan  bahwa  “media  setiap  zamannya  menjadi  esensi masyarakat” hal tersebut memaparkan bahwa masyarakat dan media mrupakan hal yang selalu berkaitan dan media sendiri adalah bagian penting di kehidupan masyarakat. Secara tidak langsung media memiliki pengaruh yang berdampak positif maupun negative dalam pola dan perilaku masyarakat.[2]

1.      Karakteristik Media Massa

Sebuah media bisa disebut media massa jika memiliki karakteristik tertentu. Karakteristik Media massa menurut Cangara antara lain:[3]

a.       Bersifat melembaga

b.      Bersifat satu arah

c.       Meluas dan serempak

d.      Memakai peralatan teknis atau mekanis

e.       Bersifat terbuka

2.      Fungsi Media Massa

Adapun fungsi komunikasi massa bagi masyarakat menurut Dominick yang dikutip oleh Denis Mc Quail didalam bukunya sebagai berikut :[4]

a.       Surveillance (Pengawasan)

1)      Warning Before Surveillance (Pengawasan dan Peringatan) Fungsi yang terjadi ketika media massa menginformasikan tentang sesuatu yang berupa ancaman, seperti bahaya tsunami, banjir, gempa, kenaikan harga, dan lain lain.

2)      Instrumental surveillance (pengawasan instrumental) Penyebaran/penyampaian informasi yang memiliki kegunaan atau dapat membantu khalayak dalam kehidupan sehari-hari. Seperti resep masakan, produk-produk baru, dan lain-lain.

b.      Interpretation (Penafsiran)

Media massa tidak hanya memasok fakta dan data, tetapi juga memberikan penafsiran terhadap kejadian-kejadian penting

c.       Linkage (Pertalian)

Media massa dapat menyatukan anggota masyarakat yang beragam, sehingga membentuk lingkage (pertalian) berdasarkan kepentingan dan minat yang sama tentang sesuatu

d.      Transmission Of Values (Penyebaran Nilai-Nilai) Fungsi sosialisasi: Cara dimana individu mengadopsi perilaku dan nilai kelompok.

e.       Intertainment (Hiburan) Banyak dijumpai pada media televisi dan radio. Surat kabar pula merupakan sebuah penyampain yang strategis dalam pemberitaan serta pembangunan opini public.

 

B.     Kontrol Sosial

Kontrol sosial biasa disebut dengan kata pengendalian sosial. Pengertian  Sosial kontrol atau pengendalian sosial tercakup segala proses bersifat mendidik, mengajak atau bahkan memaksa warga masyarakat agar mematuhi kaidah-kaidah dan nilai sosial yang berlaku. (Soekanto, 1988).[5] Dengan demikian pengendalian sosial adalah pengawasan dari kelompok atau Indivdu lain yang mengarahkan peraan individua tau kelompok sebagai bagian dari masyarakat agar tercipta situasi kemasyarakatan sesuai dengan harapan sosial, yaitu kehidupan sosial yang kompromis.

Dari sudut sifatnya pengendalian sosial bersifat preventif atau represif atau bahkan keduanya. Prevensi merupakan suatu usaha pencegahan terhadap terjadinya gangguan-gangguan pada keserasian antara kepastian dan keadilan, sementara represif bertujuan untuk mengembalikan keserasian yang pernah mengalami gangguan.[6]

a.       Cara pengendalian Kontrol Sosial

Konsep mengatasi kenakalan remaja menurut  (Sudarto, 1986) dapat dikelompokkan menjadi tiga pendekatan:

1.      Tindakan preventif . Preventif yaitu tindakan yang dilakukan oleh pihak tokoh masyarakat sebelum penyimpangan sosial terjadi agar suatu tindak pelanggaran dapat diatasi, diredam atau dicegah. Pengendalian yang bersifat preventif umumnya dilakukan dengan cara melalui bimbingan, pengarahan dan ajakan.

2.      Tindakan represif. Refresif yaitu suatu tindakan aktif yang dilakukan berupa sangsi hukuman pada saat penyimpangan sosial terjadi agar penyimpangan yang sedang terjadi dapat dihentikan.  Penyimpangan yang sedang terjadi dapat segera di kendalikan dengan berupa sangsi yang tegas.

3.      Tindakan  kuratif.  Kuratif  yaitu  tindakan  ini  diambil setelah terjadinya tindak   penyimpangan sosial Tindakan ini ditujukan untuk memberikan penyadaran kepada para pelaku penyimpangan agar dapat menyadari kesalahannya dan mau serta mampu memperbaiki perbuatannya, sehingga di kemudian hari tidak lagi mengulangi kesalahannya.

b.      Fungsi Pengendalian Sosial

Menurut Koentjaraningrat, (Dalam Narwoko J. Dwi, Bagong Suyanto, 2011) menyebut sekurang-kurangnya lima macam fungsi pengendalian sosial, yaitu:

1)      Mempertebal keyakinan masyarakat tentang kebaikan norma.

2)      Memberikan imbalan kepada warga yang menaati norma.

3)      Mengembangkan rasa malu

4)      Mengembangkan rasa takut

5)      Menciptakan sistem hokum

c.       Macam-macam Sanksi

1.      Sanksi (punishment)

Sanksi ditujukan untuk menekan warga masyarakat dengan pemberian pembebanan penderitaan bagi siapa saja yang melanggar norma yang berlaku yaitu

·         Sanksi ekonomi, yaitu pembebanan penderitaan ekonomi. Seperti: denda, ganti rugi, dll.

·         Sanksi Fisik, yaitu pembebanan penderitaan fisik. Seperti: dipukul, dicambuk, dipacung, dll.

·         Sanksi Psikologis, yaitu pembebanan penderitaan kejiwaan. Seperti:       dicemooh, diejek, dipermalukan di depan umum dll.        (Narwoko J.Dwi, Bagong Suyanto,  2011)

2.      Penghargaan (Reward)

Berfungsi sebagai sarana kontrol sosial yang bekerja secara preventif :

·         Reward Ekonomi, misalnya: rangsangan diberi uang atau benda-benda ekonomi yang lain.

·         Reward Fisik, misalnya: dibelai, dicium, dll.

·         Reward Psikologis, misalnya: disanjung, dipuji, dll.[7]

 

C.     Kesimpulan

        Media massa merupakan alat penyalur informasi kepada masyarakat. Media massa mempunyai peran yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat dalam pengendalian sosial. Karena perannya yang sangat potensial untuk mengangkat dan membuat opini publik sekaligus sebagai wadah berdialog antar lapisan masyarakat. Media massa dapat merubah gaya hidup ataupun budaya likal suatu daerah, dengan cara mempengaruhi cara berfikir suatu kelompok atau kalangan masyarakat. sehingga peran media massa sangat berpengaruh terhadap kontrol sosial masyarakat itu sendiri.

        Oleh karena itu media diharap bisa menjadi media yang terpercaya dan memberikan informasi yang akurat, berimbang dan mencerdaskan kepada masyarakat. Selain itu, masyarakat sendiri juga harus bisa dan pandai untuk memilah atau menyaring informasi dari media terkait penyebaran informasi.


DAFTAR PUSTAKA

Inriana, Dian. 2011. “Ragam Alat Bantu Pengajaran,Cet Pertama”. Jogjakarta: DIVA Press

 

Khatimah, Husnul. 2018. “Posisi Dan Peran Media Dalam Kehidupan

 Masyarakat”, Jurnal Tasamuh Vol 16, No.1

 

Cangara, Hafied . 2010. “Pengantar ilmu komunikasi”. Jakarta: Rajawali Pers

 

McQuail, Denis. 2011. “Teori Komunikasi Massa McQuail”. Edisi 6 Buku 1 Jakarta: Salemba Humanika. hal 175

 

Mochtaria, M.Alias, dan fatmawati,  “Kontrol Sosial  Tokoh Masyarakat (Ustad) Dalam Mengatasi Penyimpangan Perilaku  Remaja Di Desa Limbung  Kecamatan Sungai  Raya  Kabupaten Kubu  Raya”, Jurnal Tesis PMIS-UNTAN-PSS-2013

 

Bagus Sudarmana Putra, Ida. 2018. “Sosial Control : Sifat Dan Sanksi Sebagai Sarana Kontrol Sosial”,  Volume XIII, No.1



[1] Dian Indriana, Ragam Alat Bantu Pengajaran,cet pertama. (Jogjakarta: DIVA Press, 2011), hal 13

[2] Husnul Khatimah, “Posisi Dan Peran Media Dalam Kehidupan Masyarakat”, Jurnal Tasamuh Vol 16, No.1, Desember 2018

[3] Hafied Cangara, 2010. Pengantar ilmu komunikasi. Jakarta: Rajawali Pers. hal.126.

[4] Denis McQuail, 2011. Teori Komunikasi Massa McQuail, Edisi 6 Buku 1. Jakarta: Salemba Humanika. hal 175

[5] M.Alias, fatmawati, dan Mochtaria. “Kontrol Sosial  Tokoh Masyarakat (Ustad) Dalam Mengatasi Penyimpangan Perilaku  Remaja Di Desa Limbung  Kecamatan Sungai  Raya  Kabupaten Kubu  Raya”, Jurnal Tesis PMIS-UNTAN-PSS-2013

[6] Ida Bagus Sudarmana Putra, “Sosial Control : Sifat Dan Sanksi Sebagai Sarana Kontrol Sosial”,  Volume XIII, No.1, Maret 2018

[7] M.Alias, fatmawati, dan Mochtaria. “Kontrol Sosial  Tokoh Masyarakat (Ustad) Dalam Mengatasi Penyimpangan Perilaku  Remaja Di Desa Limbung  Kecamatan Sungai  Raya  Kabupaten Kubu  Raya”, Jurnal Tesis PMIS-UNTAN-PSS-2013

Komentar