FAKTA DAN OPINI
A. Pengertian
fakta
Fakta (bahasa
latin: factus) ialah segala sesuatu yang tertangkap oleh indera manusia
atau data keadaan nyata yang terbukti dan telah menjadi suatu kenyataan.
Catatan atas pengumpulan fakta disebut data. Fakta seringkali diyakini oleh
orang banyak (umum) sebagai hal yang sebenarnya, baik karena mereka telah
mengalami kenyataan-kenyataan dari dekat maupun karena mereka dianggap telah
melaporkan pengalaman orang lain yang sesungguhnya.
Fakta adalah hal
atau peristiwa yang benar-benar terjadi (Panuju, 2005; Suyono, 2007). Fakta
merupakan sesuatu yang apa adanya, dengan kata lain fakta merupakan potret
tentang keadaan atau peristiwa. Macam-macam fakta dapat dibagi dalam kategori
fakta benda, fakta peristiwa, fakta jumlah, fakta waktu, dan fakta faktor
penyebab (Suyono, 2007).[1]
B. Pengertian
Opini
Opini adalah
serapan dari bahasa asing (opinion), merupakan tanggapan atau jawaban terbuka
terhadap sesuatu persoalan yang dinyatakan berdasarkan kata-kata baik dalam
bentuk lisan maupun tulisan. Opini juga dapat berupa perilaku, sikap tindak,
pandangan dan tanggapan.
Dalam KBBI (Kamus
Besar Bahasa Indonesia) Depdiknas (2008: 386) opini adalah pendapat, pikiran,
peristiwa. Di samping itu (Hassanuddin, 2003) dalam Ensiklopedi Sastra
Indonesia juga mengatakan opini merupakan pendapat seseorang. (Munandir, 2001:
55) juga mengatakan opini adalah semacam kepercayaan atau keyakinan tentang
sesuatu yang bersifat sementara. Dari beberapa pengertian di atas, dapat
diambil kesimpulan bahwa opini merupakan pendapat atau ide seseorang yang
kebenarannya belum pasti dan harus dibuktikan lagi kebenarannya.[2]
Opini juga sering
disebut dengan pendapat. Pendapat adalah segala hal yang diungkapkan seseorang
berdasarkan pendirian atau sikap yang diyakininya. Opini artinya pendapat atau
pandangan tentang sesuatu. Karena itu, opini bersifat subjektif karena
pandangan atau penilaian seseorang dengan yang lainnya selalu berbeda Pendapat
lain yang dikemukakan oleh (Kuncoro, 2009: 67) bahwa opini yaitu sebuah tulisan
yang menekankan pada pendapat seorang penulis atau suatu data dan kejadian
berdasarkan analisis subjektif penulis sendiri. Opini dilekatkan pada artikel
lmiah populer yang dimuat dimedia massa seperti koran.[3]
C. Perbedaan
Fakta dan Opini
Menemukan
perbedaan fakta dan opini tidak semudah yang kita pikirkan. Agar menemukan
fakta dan opini dengan mudah dilihat dari berbagai aspek misalnya, dari segi
isi fakta sesuai dengan kenyataan sedangkan opini sesuai atau tidak sesuai
kenyataan bergantung pada kepentingan tertentu. Jadi, terlihat jelas perbedaan
fakta dan opini. Fakta adalah hal atau peristiwa yang benar-benar terjadi
sedangkan opini suatu sikap seseorang terhadap persoalan yang ada dan
kebenarannya masih perlu dibuktikan.
Menurut Heriawan
(2012:173) mengatakan bahwa langkah-langkah membedakan fakta dan opini sebagai
berikut. a. Bacalah isi dari kalimat tersebut, apabila mengandung kebenaran dan
terdapat data yang mendukung maka merupakan fakta, dan apabila tidak mendukung
kebenarannya dan tidak terdapat data yang mendukung maka itu merupakan opini.
b. Fakta dan opini berbeda dari segi manfaatnya. Fakta bermanfaat melengkapi
informasi dan menambah pemahaman suatu konsep tertentu sedangkan opini
bermanfaat untuk membantu memahami sesuatu yang di uraikan dalam berita atupun
laporan. Berikut merupakan perbedaan
fakta dan opini menurut beberapa ahli :
1.
Menurut Hasanuddin (2003: 259) perbedaan
fakta dengan opini yaitu fakta adalah peristiwa yang benar-benar ada yang harus
diterima sebagai kenyataan, karena semuanya itu benarbenar dijumpai dalam
kehidupan nyata. Dengan kata lain, setiap peristiwa yang terjadi di luar diri
seseorang dapat dibuktikan kebenarannya oleh orang lain dan fakta ini bersifat
objektif. Opini adalah pendapat seseorang yang dikemukakan yang kebenarannya
tidak sesuai dengan kenyataan.
2.
Menurut Suryanto dan Verly (dalam
indrayani 2007: 10) membedakan fakta dan opini sebagai berikut. Fakta dan opini
adalah dua hal yang berbeda. Fakta kenyataan dan kebenarannya telah menjadi bagian
dari sejarah dan waktu yang kebenarannya tidak perlu dibuktikan lagi. Kalimat
fakta mengatakan sesuatu secara objektif, tidak memberikan penilaiaan, dan
tidak bermaksud mempengaruhi. Opini atau pendapat merupakan gagasan atau
pemikiran tentang suatu anggapan berupa penilaiaan, atau dugaan yang bisa saja
salah sehingga perlu dibuktikan kebenarannya. Di dalam pendapat ini maksudnya
mempengaruhi, menyakinkan, atau membentuk opini biasanya disertai bukti-bukti
dan alasan atau argument. Jadi dapat disimpulkan bahwa fakta dan opini adalah
dua hal yang berbeda. Jadi fakta kebenarannya sudah pasti dan bersifat objektif
sedangkan opini tentang anggapan atau penilaian seseorang yang kebenaranya
belum pasti dan bersifat subjektif.[4]
D. Contoh
Kalimat Fakta dan Opini
Berikut
merupakan beberapa contoh kalimat fakta :
1. Indonesia adalah negara
kepulauan, terdiri atas lima pulau besar, yaitu Sumatra, Kalimantan, Sulawesi,
Papua, dan Jawa
2. Ayam dan burung
termasuk kategori binatang yang berkembang biak dengan cara bertelur.
3. Bendera negara Indonesia
terdiri dari warna, Merah dan Putih.
4. Tanggal 17 Agustus 1945
diperingati sebagai hari kemerdekaan Indonesia.
5. Negara Indonesia diapit
oleh samudra Hindia dan Samudra Pasifik.
Berikut
merupakan beberapa contoh kalimat opini :
1. Perempuan itu terlihat
lebih cantik ketika menggunakan hijab berwarna cerah
2. Sepertinya nanti sore
akan turun hujan deras yang disertai dengan angin kencang
3. Makanan itu akan terasa
lebih gurih jika ditambahkan sedikit perasan air jeruk.
4. Perempuan lebih pintar daripada
laki-laki.
5. Belajar bahasa Inggris
lebih mudah daripada belajar bahasa Jerman.
E. Kesimpulan
Fakta berisi
informasi tentang jumlah atau angka-angka, nama-nama, peristiwa, hari, dan
tanggal yang merujuk kepada kenyataan yang sebenarnya Sebaliknya, opini berisi pandangan pribadi.
Biasanya, opini menggunakan kata lain sebagai ungkapan penilaian atau
penafsiran pribadi terhadap fakta. Bentuk fakta berupa gambar, foto, data
statistik, tabel, peristiwa, dan grafik sedangkan sifatnya yaitu menunjukkan.
Sebaliknya opini merupakan pikiran, anggapan, buah pemikiran atau perkiraan.
Bentuknya berupa saran, kritik, tanggapan, harapan, nasihat, dan ajakan. fakta
dan opini adalah dua hal yang berbeda. Jadi fakta kebenarannya sudah pasti dan
bersifat objektif sedangkan opini tentang anggapan atau penilaian seseorang
yang kebenaranya belum pasti dan bersifat subjektif
DAFTAR
PUSTAKA
Benedictus Sudiyana, Tutik Wahyuni,
dan Lestari, Restu. “Fakta Dan Opini Dalam Teks Tajuk Rencana Pada Surat Kabar Kompas”.
Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Volume 1, Nomor 1, 2019
Sartika, Ran. “Kemampuan
Menentukan Kalimat Opini Suatu Tinjauan Melalui Kegiatan Membaca Intensif Tajuk
Rencana Harian Umum Singgalang Siswa Kelas X Smk-Smak Padang”. CLLT Conference On
Languange And Language Teaching 1 (1), 308-318
Misdar, Risda. “Kemampuan
Menentukan Fakta Dan Opini Pada Teks Berita Siswa Kelas Xii Sma Negeri 1 Sigi
Biromaru”. Jurnal Bahasa dan Sastra Volume 4 No 2 (2019)
[1] Restu
Lestari, Benedictus Sudiyana, Tutik Wahyuni, “Fakta Dan Opini Dalam Teks Tajuk
Rencana Pada Surat Kabar Kompas”, Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra
Indonesia. Volume 1, Nomor 1, 2019
[2]
Rina Sartika, “Kemampuan Menentukan Kalimat Opini Suatu Tinjauan Melalui
Kegiatan Membaca Intensif Tajuk Rencana Harian Umum Singgalang Siswa Kelas X
Smk-Smak Padang”, CLLT Conference
On Languange And Language Teaching 1 (1), 308-318
[3]
Risda Misdar, “Kemampuan Menentukan Fakta Dan Opini Pada Teks Berita Siswa
Kelas Xii Sma Negeri 1 Sigi Biromaru”, Jurnal Bahasa dan Sastra Volume 4 No
2 (2019)
[4]
Rina Sartika, “Kemampuan Menentukan Kalimat Opini Suatu Tinjauan Melalui
Kegiatan Membaca Intensif Tajuk Rencana Harian Umum Singgalang Siswa Kelas X
Smk-Smak Padang”,CLLT Conference
On Languange And Language Teaching 1 (1), 308-318
Komentar
Posting Komentar